Sabtu, 08 Februari 2014

10.bisakah selamanya bersama?




 10.       Cinta atau Ke Egoisan di Hari Terakhir

Aku segera mengambil Al-Quran dan ku bacakan surat itu, dalam hatiku setiap ayatnya selalu ku tujukan pada Vadly telah cukup lama ku bacakan surat itu, dan aku duduk berada di smping vadly aku mencium kening vadly yang sangat dingin tak terasa air mataku mengenainya, aku harus kembali ke ruanganku dan ibu kembali mendorongku untuk menuju ruangan tapi saat aku akan meninggalkan ruangan vadly, vadly tersadar aku tau itu,aku tau bahwa allah akan mengabulkan doa ku, aku tau bahwa vadly akan kuat .
Ku balikan kursi rodaku ku peluk tubuh vadly dan dia memberikanku senyuman

“rara tau, kamu pasti bakalan bangun”~ujarku~
“rara, jangan khawatir ya”~ucap vadly~
“iya ka, vad kamu tau gak hari senin aku akan melakukan operasi sumsum belakang, karna pendonor buat aku udah ada loh,aku janji kalau aku udah sehat kita bakal main ke bandung lagi ya”

Semua orang yang berada di dalam ruangan itu kembali menitihkan air mata termaksud Vadly, karna Vadly sadar bahwa dia gak akan bisa menepati janji itu sampai kapanpun, walau dalam hati vadly dia ingin memiliki ku, tapi dia gk egois dia rela mendonorkan 
 sumsum tulang belakangnya kepada syira gadis yang dia sayang,

“aku turut seneng kalau begitu, tapi maaf klau   misalkan aku gak bisa nepatin janji itu,”
“maksud kaka apabicara seperti itu?”
“enggk ko kakak cuman mau nagih mana janji kamu mau ngasih rekaman kamu ke aku?”
“oh ya ampun aku sampe lupa, ini ka aku gak tau kenapa tapi aku malah memilih lagu itu , gak apa-apa kan ka?”
“iya gak apa-apa”
“aku sayang kakak”~mencium kening vadly~
“aku juga sayang kamu”

Aku pergi  meninggalkan ruangan Vadly, dan kembal ke ruangan ku,
Saat aku meninggalkan ruangan Vadly ku lihat semua keluarga Vadly pun keluar, dan tak lamaa aku mendengar suara rekaman biola ku yang di putar oleh Vadly

saat nanti kita tak bisa
saling menyentuh, memandang wajahmu
kuatlah sayang karna mereka
berusaha menjauhkan kita

ku kan selalu mencintaimu
takkan ku bohongi hati ini
hanya kamu yang ku mau
cuma kamu yang ku rindukan
saat kau tak di sini

saat nanti kita tak bisa
saling menyentuh, memandang wajahmu
kuatlah sayang karna mereka
berusaha menjauhkan kita

ku kan selalu mencintaimu
takkan ku bohongi hati ini
hanya kamu yang ku mau
cuma kamu yang ku rindukan

ku kan selalu mencintaimu
takkan ku bohongi hati ini
hanya kamu yang ku mau
cuma kamu yang ku rindukan
saat kau tak di sini


saat mendengar permainan biiola ku itu Vadly kembali menitihkan air mata ,
“mungkin syira sudah memiliki firasat”ucapnya dalam hati~

~3 hari kemudian~

Hari ini hari senin, dan hari iniaku bakalan mendapatkan kesembuhan, hal yang aku cari selama ini,karna hari ini aku akan menjalani operasi,
Kini aku dan keluargaku sudah berda di depan ruang operasi, tapi aku gak melihat Vadly sama sekali
“bu, vadly mana?”~ucapku~
Saat aku berkata begitu tak hanya ibu yang menitihkan air matanya, tapi semua yang berada di ruangan itu menitihkan air mata, ka nisa adalah istri  dari ka razky iya memberikanku sebuah tasbih dan Al-Quran kecil, agar aku selalu berzikir
`beberapa jam kemudian~
Aku  sudah keluar dari ruang operasi dan aku mengalami koma selama 1 hari

~keesokan harinya~

Mataku sudah mulai terbuka dan yang ku lihat di depan mataku yakni Maria teman ku
“ra, lu udah sadar?”~tanya maria~
“vadly mana?”~tanyaku~
“loh emangnya dia belum nengokin lu ?”~tanya maria~
Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala ku
“sialan tuh si vadly masa lu sakit kagak di jenguk”
“yaudah lah gak apa-apa”
mungkin vadly sudah sembuh dan harus di rawat di rumahnya jadinya dia belum bisa datang,walaupun aku sangat rindu tapi aku harus bersabar..



>>>lanjutannya di 11.bisakah selamanya bersama?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar