10.
Cinta atau Ke Egoisan di Hari Terakhir
Aku segera mengambil Al-Quran dan ku bacakan surat itu, dalam hatiku
setiap ayatnya selalu ku tujukan pada Vadly telah cukup lama ku bacakan surat
itu, dan aku duduk berada di smping vadly aku mencium kening vadly yang sangat
dingin tak terasa air mataku mengenainya, aku harus kembali ke ruanganku dan
ibu kembali mendorongku untuk menuju ruangan tapi saat aku akan meninggalkan
ruangan vadly, vadly tersadar aku tau itu,aku tau bahwa allah akan mengabulkan
doa ku, aku tau bahwa vadly akan kuat .
Ku balikan kursi rodaku ku peluk tubuh vadly dan dia memberikanku senyuman
“rara tau, kamu pasti bakalan bangun”~ujarku~
“rara, jangan khawatir ya”~ucap vadly~
“iya ka, vad kamu tau gak hari senin aku akan melakukan operasi sumsum
belakang, karna pendonor buat aku udah ada loh,aku janji kalau aku udah sehat
kita bakal main ke bandung lagi ya”
Semua orang yang berada di dalam ruangan itu kembali menitihkan air
mata termaksud Vadly, karna Vadly sadar bahwa dia gak akan bisa menepati janji
itu sampai kapanpun, walau dalam hati vadly dia ingin memiliki ku, tapi dia gk
egois dia rela mendonorkan
sumsum tulang belakangnya kepada syira gadis yang
dia sayang,
“aku turut seneng kalau begitu, tapi maaf klau misalkan aku gak bisa nepatin janji itu,”
“maksud kaka apabicara seperti itu?”
“enggk ko kakak cuman mau nagih mana janji kamu mau ngasih rekaman kamu
ke aku?”
“oh ya ampun aku sampe lupa, ini ka aku gak tau kenapa tapi aku malah
memilih lagu itu , gak apa-apa kan ka?”
“iya gak apa-apa”
“aku sayang kakak”~mencium kening vadly~
“aku juga sayang kamu”
Aku pergi meninggalkan ruangan
Vadly, dan kembal ke ruangan ku,
Saat aku meninggalkan ruangan Vadly ku lihat semua keluarga Vadly pun
keluar, dan tak lamaa aku mendengar suara rekaman biola ku yang di putar oleh
Vadly
saat nanti kita tak bisa
saling menyentuh, memandang wajahmu
kuatlah sayang karna mereka
berusaha menjauhkan kita
ku kan selalu mencintaimu
takkan ku bohongi hati ini
hanya kamu yang ku mau
cuma kamu yang ku rindukan
saat kau tak di sini
saat nanti kita tak bisa
saling menyentuh, memandang wajahmu
kuatlah sayang karna mereka
berusaha menjauhkan kita
ku kan selalu mencintaimu
takkan ku bohongi hati ini
hanya kamu yang ku mau
cuma kamu yang ku rindukan
ku kan selalu mencintaimu
takkan ku bohongi hati ini
hanya kamu yang ku mau
cuma kamu yang ku rindukan
saat kau tak di sini
saat mendengar permainan biiola ku itu Vadly kembali menitihkan air
mata ,
“mungkin syira sudah memiliki firasat”ucapnya dalam hati~
~3 hari kemudian~
Hari ini hari senin, dan hari iniaku bakalan mendapatkan kesembuhan,
hal yang aku cari selama ini,karna hari ini aku akan menjalani operasi,
Kini aku dan keluargaku sudah berda di depan ruang operasi, tapi aku
gak melihat Vadly sama sekali
“bu, vadly mana?”~ucapku~
Saat aku berkata begitu tak hanya ibu yang menitihkan air matanya, tapi
semua yang berada di ruangan itu menitihkan air mata, ka nisa adalah istri dari ka razky iya memberikanku sebuah tasbih
dan Al-Quran kecil, agar aku selalu berzikir
`beberapa jam kemudian~
Aku sudah keluar dari ruang
operasi dan aku mengalami koma selama 1 hari
~keesokan harinya~
Mataku sudah mulai terbuka dan yang ku lihat di depan mataku yakni
Maria teman ku
“ra, lu udah sadar?”~tanya maria~
“vadly mana?”~tanyaku~
“loh emangnya dia belum nengokin lu ?”~tanya maria~
Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala ku
“sialan tuh si vadly masa lu sakit kagak di jenguk”
“yaudah lah gak apa-apa”
mungkin vadly sudah sembuh dan harus di rawat di rumahnya jadinya dia
belum bisa datang,walaupun aku sangat rindu tapi aku harus bersabar..
>>>lanjutannya di 11.bisakah selamanya bersama?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar