2.
Awal dari Cinta dan Pendritaan itu
~malam hari~
Kini waktu menunjukan arah 06.00 aku
segera shalat dan bersiap siap, dan sekarang aku sudah siap-siap untuk pergi ke
sekolah
"ibu.. rara.. pergi dulu ya
bu.."~teriakku~
"mau kemana cempreng? cantik
amat"~tanya ka rizky yang keluar dari ruangan shalat~
"iya donk rara gitu" oh ya
bu rara pergi dulu ya"
"oh iya ra kamu kesananya naik
apa?”~tanya ibu~
“oh iya ya bu naik apa ya?”
“yaudah minta anteri kakak kamu si
rizky aja tuh kebetulan dia nganggur”~ujar ibu~
“apa bu? Nganterin si cempreng? Gak
mau ah rizky banyak PR”
“rizky..”~jawab bapak yang baru
datang~
“baik lah”
Kini aku berangkat diantarkan kakak
ku yang menyebalkan ini hehe.. walaupun menyebalkan tapi dia ini kakak ku yang
paling ganteng,
~di sekolah~
Akhirnya sampai juga aku turun dari
motor ka rizky dan aku langsung berlari meninggalkannya dan masuk ke dalam
sekolah, dan saat aku berjalan ke arah lapangan aku menjadi heran kenapa semua
mata tertuju padaku apa ada yg aneh di diriku? aduh.. jujur aku jadi malu..
"cantik amat lu ra"~ujar
maria~
"biasa aja kali ia"~jawabku
sambil menyenggol bahunya~
"udah dateng? kamu cantik
banget oh ya... ikut kakak ke suatu tempat yuk.."~ujar ka vadly~
"boleh ka"
Tanpa banyak berkata-kata ka Vadly
langsung menarik tanganku dan tiba-tiba membawaku ke taman sekolah.. aneh
kenapa tiba-tiba ka vadly jadi gini ya.. aku jadi nervous banget, tapi di satu
sisi aku jadi takut juga
"Syira.. sebenarnya udah lama
kk kenal kamu, dan udah lama kk itu suka sama kamu bukan karna kemarin saja ra,
ra kamu mau gak jadi pacar kakak?”~ujarka vadly yang langsung membuatku
terdiam~
"yang benar ka?
"iya kk beneran, memangnya kamu
liat di wajah kakak ini bercanda?"
“emangnya apa yang kakak suka dari
aku?”
Kamu cantik, baik, kamu pinter, dan
juga kakak suka permainan biola kamu”
“makaih ka tapi em..”
“kenapa? Kamu nolak, yaudah gak
apa-apa aku gak maksa kamu kok”
"bkn gtu sh ka, em.. aku mau
ka, karna memang sudah lama aku juga suka sma kaka"
"kalau gitu sekarang kita udah
jadian donk ra?"
"iya ka"
"eh ra kayanya udh mau di mulai
deh kesana yu" ~menggandeng tangan ku~
"yuk ka"
sambutan-sambutan oleh guru guru
sudah selesai kini tinggal sambutan dari osis priode tahun lalu yg di lanjut
oleh sambutan osis tahun sekarang ya ni ka Vadly
rasanya sedikit kesel saat ka Vadly
yg memberi sambutan semua cewek-cewek pada kecentilan gitu termaksud juga
Maria. ya tapi itu memang sudah resiko kalau kita punya pacar seorang idola
sekolah, sambutannya kini telah selesai dia menghampiri ku untuk memberi
semangat ku saat bermain biola nanti lagu yang aku bawakan saat itu adalah lagu
Maudy Ayunda dengan judul “tiba-tiba cinta datang” lagu itu aku pilih karna
hari ini aku sangat bahagia setelah
orang yang aku suka akhirnya nembak aku,banyak murid-murid ikut bernyanyi saat
aku bermain biola itu,dan setlah aku selesai membawa kan sebuah lagu semua
murid-murid bertepuk tangan dengan riang, dan Vadly mengajakku jalan
berduaan,tiba-tiba di saat kita berada di taman belakang aku hampir terjatuh
dan ka Vadly segera menangkapku dan tiba-tiba butiran air dari langit mulai
berjatuhan aku berlari dan menangis saat setetes air hujan mengenai tubuhku,
dan ka Vadly langsung membawaku berteduh di bawah sebuah gedung kecil di
belakang sekolah,
“ra, kamu takut hujan?
“iya ka”
“kenapa ? ko bisa takut?”
“ibu ku bilang saat aku lahir
keadaannya sedang hujan dan saat hujan semakin deras ibu hampir meninggal saat
aku lahir”
“mungkin dari situ ya kamu takut
hujan?”
“iya mungkin ka”
“ada-ada aja ya”
Tak lama tetesan darah terjatuh dari
hidungku.. wajahku pucat tubuhku lemas, darah dari hidungku semakin banyak
hingga menodai baju warna biruku itu, Vadly yg terlihat sangat panik langsung
membawaku ke ruang UKS sekolah darah itu semakin banyak hingga menodai bju jas
yang di pakai oleh Vadly, dan saat semua orang melihat itu semuanya langsung
membantu vadly mengangkatku
~UKS~
" PMR.... PMR... hey ini ada yg
mimisan cepet hey..bantuin cepat!” ~teriak vadly yang terlihat sangat cemas~
aku langsung di tidurkan di atas
kasur yg di sediakan di UKS Vadly sangat terlihat cemas
"udah ka gak apa-apa, aku sehat
ko, lagian ini pasti karna aku kaget saat kena hujan tadi ka"
"Syira udah kamu diem aja di
sini ada anak-anak PMR ko apa kamu mau di anterin ke dokter?"
"gk mau ka "
"yaudah kamu nurut sama
aku!" ~tegasnya ~
aku hanya terdiam...
Vadly langsung membawa ku ke rumah
sakit terdekat dan aku harus di rawat selama 1malam dulu
~pagi hari~
"rara udah bangun?"~tanya
ibu yang terlihat cemas~
"udahbu, kenapa? ibu Vadly
kemana?"
"oh.. laki-laki itu.. tadi
malam ibu suruh dia pulang soalnya khasian sudah malam,
"oh.. begitu bu..
aneh di saat aku sedang berbicara
dengan ibu tetesan darah kembali keluar dari hidungku..
"rara.. kenapa? hidung kamu
mimisan lagi?"
"ibu.. "~menangis
ketakutan"
ibu pergi meninggalkan ku sendirian
untuk mencari Dokter
ya allah kenapa harus begini kenapa
harus aku ? kenapa tiba-tiba aku jadi sering mimisan? apa aku sakit ?
kini yg terpikirkan oleh ku hanya
lah bertanya-tanya yg tak ada jawabannya , mengapa? kenapa? bagaimana?
ya allah kembalikan lah aku seperti
semula aku baru merasa bahagia..
tak lama dokter dan ibu serta
suster-suster datang dan dokter memeriksa ku, dokter menyarankan ibu untuk
mengajakku ke leb,
aku di dorong dengan kursi roda agar
sampai ke leb, aku harus menahan sakit suntikan untuk mengambil hasil darahku
dan kita harus menunggu 1 jam lamanya untuk melihat hasil dari lab itu
~1 jam kemudian ~
ibu pergi untuk mengambil hasil
labnya, dan lalu mengarah ke ruang dokter
“assalamualaikum..dok"~ucap ibu
saat memasuki ruangan dokter~
"waalaikumsalam.., silah kan
masuk bu"~jawab dokter yang terlihat ramahitu~
"ini dok hasil dari lab nya
syira”
~membaca hasil lab,~ "ya ampun
bu ini mah udah parah bu"~ujar doket yang lalu membuat ibu terkaget~
"maksudnya dok?" ~tanya
ibu cemas~
"ini bu anak ibu sudah positif
terkena kanker darah atau sering di bilang leukimia, yg lebih
parahnya bu kanker ini sudah memasuki stadium 2 , dan sudah hampir memasuki
stadium 3 bu"
~menangis.. kaget~
"astagfirullah dok.. kenapa bisa terkena leukimia dok?"
"maaf bu tapi sekarang bukanlah
waktu yang tepat untuk menanyai kenapa nya bu, tapi sekarang yang harus di
lakukan adalah bagaimana cara menyembuhkannya bu"
" lalu.. bagaimana dok cara
menyembuhkan rara?" ~ucap ibu terputus oleh tangisannya"
"bisa aja bu buat penyembuhannya
, kita bisa lakukan operasi atau kemoterapi,
"kalau yeng terbaik dok?"
"kita bisa aja sekarang
memberikannya kemoterapi"
" apapun yg terbaik untuk syira
saya akan lakukan dok, tapi apakah ada efek smping dari kemoterapi itu
dok?"
"efek smping pasti ada , karna
kemoterapi berarti memasukan zat-zat kimia kedalam tubuh syira untuk membunuh
dan memperlambat proses penyebaran sel-sel kanker itu, dan efek samping yg di
timbulkan adalah, tapi dari situ selalu ada efek sampingnya misalnya obat sitostatika yang di gunakan tidak hanya
memberantas sel kanker,akan tetapi sel-sel darah normal yang diproduksi dalam
sumsum tulang turut di berantas, sehingga pasien mengalami kondisi yang sangat
rawan terhadap infeksi,pendarahan,maupun masalah kesehatan yang umum lainnya, adanya
rasa sngat dingin dalam tubuh pasien , dan bagi pasien yg lemah, kemoterapi ini
dapat membuat rambut-rambut rntok karna masuknya zat kimia tersebut"
“maksud dokter syira akan botak
dok?"~menangis~
" iya bu, kometerapui ini kita
lakukan sebulan 1 kali bu
"kira-kira harus berapa kali
syira melakukan kemoterapi?"
"ya kalau itu saya kurang tau
juga bu, karna itu sampai sel-sel kankernya melemah, tapi kita akan melakukan
kemoterapi selama 6 kali dulu, jika itu masih kurang berhasil kita bisa lakukan
pengambilan sumsum tulang belakang bu"
"ya allah"~menangis~
"tapi saya harus meminta izin dulu dengan keluarga saya bisa?”
"ya bisa bu karna itu keputusan
ibu dan semua hak ada di tangan ibu dan keluarga, tapi saya sarankan agar ibu
tidak memberi tahu dulu tentang sakitnya ini kepada syira karna yg di
takutkannya dia shock dan malah akan menambah buruk keadaan saja"
"iya dok, kalau begitu terima
kasih atas informasinya ya dok, nanti saya kabari lagi untuk keputusannya
"
“iya bu tapi saya harap secepatnya
ya bu karena jika terlambat saya takut tubuh syira sudah tidak bisa di bantu
lagi , dan sama-sama"
kini ibu pergi meninggalkan
ruangan dokter dengan mata sembap karena menangis
“ibu kenapa? rara sakit apa
bu?"
"ibu gak apa-apa ra, rara cuman
kecapean aja jadinya mimisan, yang di perlukan rara hanya minum obat dan banyak
istirahat
"gitu ya bu?"yaudah pulang
yu bu oh ya jangan lupa mampir dulu ke giant rara pengen beli coklat"
"iya bentar ya ibu ambil obat
kamu dulu"
~di rumah~
1 pesan muncul di layar dengan nama
Vadly yang bertuliskan
Assalamualaikum..
Syira ? kamu gimana sudah mendingan?
tadi kaka khawatir banget sama kamu, saat kakak tanya ke maria kamu gak
sekolah, kamu gak kenapa-kenapa kan?
kaka sarankan besok kamu jangan dulu
sekolah biar nanti kaka yg ngasih izin ke guru, yaudh maaf deh kaka ganggu
waktu istirahat kamu
assalamualaikum... <3
ya ampun.. aku seneng banget
ternyata Vadly sangat khawatir sama aku, aku jadi gk engak ke vadly
~Di hp Vadly ~
1 PESAN dari Syira.
Waalaikumsalam..
iya ka aku baik-baik aja ko ka..
kakak jangan khawatir ya , tapi aku akan ketinggalan banyak pelajaran ka ?,
~hp syira~
1 pesan
dari Vadly
RA, di rumah ada siapa? Kakak main
ke rumah ya?
~hp vadly~
1 pesan
dari syira
Di rumah sih gak ada
siapa-siapa ka, tapi gak usah deh ka.. nanti ngerepotin.
~malam
harinya~
semua
keluarga ku berkumpul bersama di ruang tamu
Ibu,Bapak,
ka Razky, dan ka Rizky hanya aku yg tidak ada di sna karna mereka takingin aku
tahu,
~menghela
nafas~ ~meniitihkan airmata~ "syira.. kita harus memberikan dia perhatian
lebih!"~ujar ibu~
"kenapa
harus gitu bu ?"~tanya ka razky~
"iya
bu kenapa hanya syira? kita semua kan anak ibu dan bapak, lagian rara kan cuman
mimisan paling juga panas dalam"~sambung ka rizky~
"Razki, Rizky coba kalian
mengerti syira ini sakit"~bentaki ibu!
"paling-paling hanya panas
dalam"~jawab ka rizky~
"kamu salah besar, skitnya
syira bukan sakit main-main dia sakit leukimia yang sudah memasuki
stadium 2 dan hampir stadium 3 , mungkin umur syira gak akan panjang."
~ucap ibu menangis~
semua orang yg berda di ruangan itu
menangis
"lalu apa yang harus kita
lakukan kepada syira bu?"~tanya bapak~
"dokter tadi menyarankan untuk
melakukan kemoterapi yak ini memasukan zat zat kimia kedalam tubu syira"
“kita berikan yang terbaik buat
syira aja bu,"
"ibu saya minta maaf jika
selama ini saya gk peduli "~sela ka Razky~
"iya yg terpenting sekarang
kita rawat syira baik-baik"
Stelah pembicaraan itu selesai semua
kembali ke kamar masing-masing dan menyiapkan diri buat besk
~keesokan harinya~
ya allah kemarin ibu bilang kalau
aku hanya kecapean tapi sekarang aku harus ke rumah sakit lagi kini aku harus
memasuki ruangan yang berbentuk seperti kapsul besar di mana aku harus
mengganti pakaian kun menjadi baju rumah sakit, tapi aku harus sms ka Vadly
agar dia gak cemas
~hp Vadly~
1 pesan dari Syira.
Assalamualaikum..
ka hari ini aku harus ke rumah sakit
lagi mungkin agak lama karana sekarang aku harus memasuki ruangan yang
berbentuk seperti kapsul besar , oh ya ka aku nitip salam ya ke maria biar dia
gk khawatir.
~rumah sakit~
aku telah keluar dari ruangan berbentuk kapsul itu aku harus di rawat ,
tapi sebelum itu aku harus memasuki sebuah ruangan dimana semua suster dan
dokter serta aku sendiri
yang aku lihat di sekitarku selain dokter dan parasuster adalah alat-alat
kedokteran seperti suntik-suntikan ,botol-botol obat dan alat alat lainnya.
Sekarang aku melihat satu suster yg membawa sebuah suntikan yg di masukan
kedalam sebuah botol coklat yang lalu di suntikan ketubuhku.. aku merasa ada suatu cairan yang masuk dalam
tubuhku dan rasanya amat sakit, seketika tubuh ku ingen berontak tapi rasanya
tidak berdaya , aku ingin menjerit tapi suara ku tidak terdengar, tubuhku
menggigil kedinginan sakit... sakit... hingga aku pingsan saat itu karna tidak
kuat menahan sakitnya obat yang di suntikan itu, aku berharap ini hanya yang
pertama dan terakhir buat ku..
~pagi harinya~
“Syira.. kamu udah bangun ra..”~tanyaka vadly~
“ka..ka..” ~ucap ku pelan dan terputus-putus ~
“alhamdulillah ra kamu udah sadar kita semua khawatir sma kamu” ~sambil
mengusap rambut ku~ “hah?” ~ucapnya sepontan kaget ketika melihat rambut ku
rontok~
“kenapa ka?”~ucap ku pelan~
“eng engak”
Aku langsung memegang rambutku dan ada beberapa helai rambut yang
rontok di tanganku, dan tetesan air mata terjatuh dari mata ku, yang di susul
oleh ka Vadly
“Syira kamu kenapa?”~menghapus air mata ku~
“rambut aku kenapa ya ka?” ~menangis~
“kamu tetep cantik ko tapinya”~menghapus air mata ku~
Tiba-tiba dari mata indah pacarku dia kembali meneteskan airmatanya
setelah menghapus air mata ku
~menghapus air mata Vadly ~ “kakak jangan nangis, rara baik-baik aja”
“aku bener sayang sama kamu ko” ~memberi senyuman~
Kini keluargaku sudah datang dan Vadly segera menghapus air matanya
“om,tante.. ka”~sapa vadly~
“iya..”~jawab ibu~
“ra , kata dokter kamu sekarang udah boleh pulang ko”~ujar bapak~
~menatap Vadly, dan memberikan senyuman~ pak, Vadly boleh ikut ke rumah
kan?”
“iya boleh ko”
~di rumah ~
Karna terlalu malam akhirnya Vadly memutuskan untuk pulang ke rumahnya
>>>>lanjutannya di 3.bisakah selamanya bersama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar