4.
Saat Kebahagiaan Mulai Kembali
~6 bulan kemudian~
Kini tubuh ku sudah hampir kembali seperti semula rambutku kini telah
tumbuh lagi, tubuhku kini tidak lemas lagi, dan kini aku boleh kembali
sekolah
~di sekolah~
Kini aku menjalani aktivitas seperti semula kedatanganku di sambut
meriah oleh teman-teman dan sahabat ku , serta ada seseorang yang membuatku
sedih yakni Vadly ,kini dia telah menjadi anak kelas 9 dan aku menjadi anak
kelas 8, mungkin selama 6 bulan lamanya ku meninggalkan vadly tanpa memberi
kabar,mungkin dia telah memiliki pasangan baru atau tetap setia kepadaku
“Syira......” ~teriak maria yang langsung memeluku~
“ah.. maria..”~membalas pelukan maria~
“sumpah ra gue kangen banget sama lo”
“ku juga kali”
“eh ra lu tau gak Vadly selma lu sakit dia gk pernah pacaran lagi”
“hah? Serius loh? Ternyata dia bener bener nepatin janji nya”
Ternyata pikiran ku selama ini salah Vadly tetap tidak membuka hatinya
untuk wanita lain aku bener bener kagum dengannya dan gak ngerasa nyesel telah
menerimanya, tuhan aku sangat bersyukur kepadamu karna engkau telah
mempertemukanku kepadanya,aku memang sakit tapi aku pun harus bahagia dan
engkau memberikan vadly untukku, tuhan
jagalah dia jangan buat dia menangis..
~teeet... teeet... kepada
seluruh siswa murid SMPN 1 JAKARTA
di
harap kumpul di lapangan upacara sepulang sekolah~
Semua murid-murid berkumpul di lapangan sekolah ternyata kepala sekolah
mengumumkan bahwa bulan depan sekolah kita akan melakukan studi tour ke
YOGJAKARTA , semua murid-murid bersorak kegirangan biyaya yang di keluarkan
sebesar 500 rb
~di rumah~
“ibu... ibu...”~teriakku yang menghampiri ibu~
“iya ra kenapa?”
“ibu dari sekolah rara mengadakan studi tour ke Yogjakarta bu, biayanya
500 rbu bu, rara boleh ikut ya bu..”
“ya sama ibu sih boleh-boleh aja tapi kamu harus bilang sama bapak kamu
dulu”
“ya.. ibu... tapi yaudah deh makasih ya bu”~berlari menuju kamar”
~di kamar~
Dari arah kasur ku yang berwarna biru itu terdengar deringan hp dan
muncul di layar hp itu dengan bertuliskan
1 pesan dari Vadly ,
Aku bertekat untuk tidak membaca sms itu, dan gak lama hp itu kembali
berdering dengan rington yang berbeda ternya Vadly menelfon tapi aku terus
bertekat tidak mengangkatnya
1 jam lamanya syira memainkan laptopnya seketika dia melihat hpnya
muncul di layar hp itu dengan bertulisan
17 pesan belum terbaca dan 19 panggilan tak ter jawab dan ketika aku
membuka pesan itu semua pesan yg belum di baca itu dari Vadly , aku langsung
mematikannya dan nge chek 19 panggilan tak terjawab itu dari siapa? Ternya sama
itu semua dari Vadly, Syira sudah putus asa dan akhirnya aku kalah, aku merasa
sangat
penasaran atas sms vadly ternyata sms itu bertuliskan sama
Assalamualaikum..
Syira, kamu
sudah sehat kan.. syira aku berhasilkan aku benerkan kalau aku gak akan
berpaling ke wanita lain hanya kamu yang ada di hatiku ra, kamu lagi apa
sehatkan
Belas ya Vadly
~1 bulan kemudian ~
Hariini semua teman-teman sibuk untuk hari esok di mana kita semua akan
pergi studi tour ke YOGJAKARTA begitu pun dengan aku dan Maria
“maria vadly kelas 9 berapa”
“gak tau”
"yaudah deh”
~di rumah ~
Aku sedang sibuk menyiapkan baju, dan makanann untuk 1 minggu
kedepan
selama di YOGJAKARTA
“rara, kamu beneran mau ikut?”~tanya bapak
“iya pak , kan rara udah sembuh jadi rara bolehkan ikut studi tour ke
YOGJA?”
“ra, lu jadi beneran gue nitip beliin kaos ya!”~perintah ka rizky~
“ya boleh-boleh aja bang,asal mana duit nya?”
“yeh.. cempreng ya duit lu atuh”~mengacak-ngacak rambutku~
“ih.. ka Rizky.. jangan rambut”
~kaget dan terdiam saat melihat
beberapa helai rambut ku yang kembali rontok, lalu menyembunyikan tangannya~
“ohe.. iya iya sorry deh” ~pergi meninggalkan semua~
Aku kembali ke kamar ku untuk segera tidur karna besok kita berangkat
jam 06.00 pagi
~keesokan harinya~
Di bis~
Aku kebagian di bis 4 dan osis yang menjaga di bis sana adalah ka
Feri,Dani,ka Rul, dan ka Vadly
Aku duduk di barisan paling depan bersama Maria dan yang duduk di
barisan depan sebelah kiri itu ka Vadly dan temannya , sesekali dia selalu
menengok ke arah ku dan aku membalasnya
perjalanan dari jakarta ke Yogja sampai kurang lebih 15 jam’an karna
macet yang parah
Sesekali bis ini berhenti untuk istirahat makan,dan shalat dulu
~di tempat makan~
“syira..”~menarik tanganku saat aku sedang jalan dengan Maria”
“hah?”~ menoleh kebelakang dan menunduk~
~memegang tanganku~”kakak kangen sama kamu ra, kamu lihat kakak kakak
berhasilkan membuktikan ke kamu bahwa kakaakan setia sama kamu”
“aku percaya ka aku bangga punya pacar kaya kaka”
“ra kenapa sms kakak jarang kamu balas?”
“maaf ka aku jarang buka hp”
“oh yasudah gak apa-apa makan nya gabung yuk sma kakak”
“iya”
“mau makan apa ra”~tanya ka vadly”
“samaain aja ka”
“sosweet banget sih kalian berdua”~ujar ka rul~
“iri aja deh lu rul,makanya cari pasangan lu”~jawab ka vadly yang
membuat ku geli~
Gak lama Setelah kita makan bis kita melanjutin perjalanan untuk ke
Yogja
~di Yogja~
Rombongan sekolah kita langsung menuju ke wisata Borobudur semua
murid-murid di bebaskan untuk keliling selama 2 jam lalu melanjutkan perjalanan
ke hotel,
~borobudur~
“ra.. ra.. coba tangan kamu nyampe gak ? kalau nyampe megang patungnya
sebutin keinginan kamu”~perintah maria~
“nyampe.., ya allah kalau bisa aku ingin bener-bener sembuh”
Ucapan permintaaan ku memang tidak di dalam hati yang langsung membuat
Vadly dan maria yang mendengarnya langsung menitihkan air mata, aku membuka
mata ku dan setelah aku buka ,yang ku lihat mata maria yang habis menangis dan
dan ketika ku menengok ke belakang aku melihat mata Vadly yang juga abis
menangis, aku jadi bingung kenapa mereka menangis
Tiba-tiba vadly memasukan tangannya dan berkata
“semoga aku bisa melihat orang yang aku sayang kembali sembuh seperti
dulu dan aku bisa kembali bersama dia Syira”
Setelah mendengar itu aku langsung menengok ke arah vadly dan ada 1
orang cewek yang ku lihat dengan wajah amarah, nampaknya dia gk suka dengan ku,
tapi rasanya aku baru melihat orang itu
~toilet borobudur~
Saat aku sedang mengaca di salah satu kaca yang berada di toilet
borobudur itu, tiba-tiba cewe yang tadi ku lihat itu masuk dengan ke 3 temannya
dia langsung mendorongku hingga terjatuh ,dia membentakku,menjambak rambutku,
dan menamparku
Dia berkata agar aku menjauhi Vadly , entah apa alasannya dia bicara
begitu setelah dia puas menyiksaku , dia dan ke 3 temannya keluar dari kamar
mandi itu dan maria langsung masuk ke kamar mandi itu yang dia lihat di sana
sahabatnya yakni aku sedang berada di bawah dengan baju yang kotor, rambut
berantakan, pipi merah, dan darah yang kembali keluar dari hidungku, maria
langsung memelukku
“syira lo kenapa? Ko lo mimisan lagi?”~tanya maria~
“enggak ko enggak apa-apa, tadi aku kepeleset dan jatuh jadnya gini?”~jawabku
menyembunyikan semua ini~
“jangan bohong,ini pasti ulahnya ka Chelsi,dan 3 temennya itu kan?”
“chelsi? Chelsi mana?”
“iyaada murid baru kelas 9A sekelas dengan ka Vadly dia itu udah suka
sama ka vadly, bahkan yang gue denger dia sempet nembak Vadly langsung tapi
Vadly tolak gara-gara vadly masih sayang sama lo”
Aku hanya terdiam saat maria menceritakan itu smabil membantuku
berdiri,
Setelah aku tau ada ka chelsi yang gak suka dengan ku yang bahkan telah
mencelakai ku , aku jadi sedikit takut apalagi setelah dia minta ke guru kalau
dia pindah bis dari bis 2 ke bis 4 di mana bis itu di tumpangi aku, dan Vadly
~MASUK BIS~
“syira, muka kamu kenapa?”~tanya vadly yang memegang wajahku~
“a.. aku..”~terpotong karena melihat chelsi dari belakang~ aku gak
apa-apa ka” ~melepas tangan Vadly~
Tak lama hp syira berbunyi dan muncul di layar
1 pesan dari (rahasia)
Nama orang yang smsitu di rahasiakan , sms itu bertuliskan
Jauhin Vadly
atau habis lu sama gua
“siapa ra?”~tanya maria~
“bkn siapa-siapa”
“sini hp loh”~paksa maria~
Kini maria sudh membaca sms ancaman itu
Maria langsung mematikan hp ku setelah membaca sms itu ketika aku
menengok blakang aku lihat ka Chelsi dengan raut muka judes dan tangan memberi
ancaman
“biar gue bls smsnya”
“jangan ia jangan!”~perintahku~
Hp chelsi
1 pesan dri
cewe tengil
Gue gak takut
sama ancaman loh dan loh pikir loh siapa?Gue marian sahabtnya syira asal loh
tau syira itu pacarnya vadly jadi seharusnya loh yang jauhin vadly “maria
ya allah baru kali ini aku mendapatkan orang yang bener-bener gak suka
sama aku, kenapa harus datang sih padahal waktu aku sakit dulu itu lebih aman
dari pada sekarang ada orang yang membenciku
~di hotel~
Ketika aku dan maria akan memasuki kamar tiba-tiba dariarah berlawanan
ka chelsi serta ke 3 temannya dangan dan menabrakku sambil berkata “AWAS LU!!!”
“sialan lu”~teriak maria~
Maria langsung mengusap bahuku
“yang sabar ya ra, gue heran deh kenapa setelah lu balik malah ada
nenek sihir”
“gue juga gak tau ia, kenapa jadi berat gini”
entah mengapa tetesan darah kembali
terjatuh dari hidungku aku yang di antar oleh maria berlarian ke kamar mandi
untuk menghapus darah ku.
~4 hari kemudian~
Hari ini adalah hari terakhir di yogja dan kunjungan terakhir adalah
Malioboro, gak lupa aku membelikan kaos” untuk kedua kakak ku,Ibu,dan Bapak ku
sudah cukup lama akhirnya semua bersiap-siap untuk perjalanan pulang, tapi
saataku sampai di bis dan ingin duduk ada sebuah bingkisan yang terdapat di
kursi ku, saat aku buka bingkisan itu berisi sebuah Switer berwarna biru yang
ada nama <3 Assyira Azzahra Putri Radian <3 switer itu bergambar kan aku
yang sedang memegang mawar biru, dan isi bingkisan itu tidak hanya switer tapi
coklat ada di sana kini aku tau siapa orang yang telah mengirim bingkisan itu
padaku.
Aku langsung membalikan badanku dan tepat di belakangku Vadly muncul
dengan membawa setangkai bunga mawar biru ,rasanya aku sangat merindukan masa
masa itu,
“kamu suka?”~ujar vadly~
“suka ka, makasih ya ka”
“aku sayang sama kamu”
“iya aku juga ka”
Seketika itu ka chelsi dan ke 3 temannya datang yang langsung
menjatuhkan bunga yang Vadly berikan di tanganku
“apa-apaan sih lo vad?”~ucap ~
“apa-apaan, apanya sih?”jawab vadly~
“lo bilang lo gak akan suka dengan siapapun lagi tapi apa?”~bentak
chelsi~
“eh ini bukan urusan lo, orang yang gue sayang hanya syira gak ada yang
lain termaksud lo, lo bukan siap-siapa bagi gue, dan asal loh tau syira itu pacar
gue, jadi apa salah gue bilang sayang sma dia?”~balas bentakan chelsi~
Chelsi dengan marahya dia menjambak rambut ku, tapi vadly menghalagi
itu semua dan menampar chelsi
“apa apaan sih lo? Kaya anak kecil tau gak!”~ujar vadly~
Seketika tetesan darah kembali terjatuh dari hidungku dan tak lama
tubuhku sangat lemas dan aku terjatuh pingsan di pangkuan Vadly
“syira.. syira..” ~teriaknya cemas yang di susul oleh maria ~
“ra, rara.. rara...”~ujar maria~
Maria berlari keluar untuk mencari guru-guru , semua membawaku ke rumah
sakit terdekat dan aku hanya kecapean tapi aku harus banyak istrahat dan jangan
terlalu berfikir
~jakarta~
“syira kamu harus sehat ya! Biar kamu bisa nerusin cita-cita kamu
sebagai pemain biola”~ujar vadly
“makasih ya ka, kaka juga harus janji kakak harus meraih cita-cita
kakak sampai dapat kakak harus bisa jadi produser terkenal”~jawab ku~
“pasti cantik”
~memberi senyuman~
>>>>lanjutannya di 5.bisakah selamanya bersama?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar