Sabtu, 08 Februari 2014

6.bisakah selamanya bersama?



6.       Kenyataan Yang Tak Di Harapkan

~7 tahun kemudian ~

Kini usia ku telah mencapai 21 tahun dan kini aku sudah menjadi pemain biola terkenal aku sudah mendapatkan beberapa prestasi dalam dunia musik

Ke 2 abangku kini sudah menikah dan ka Razky telah memiliki 2 anak laki-laki, dan ka rizky telah memiliki 1 anak perempuan  hanya tinggal aku yang belum memiliki pasangan,

Berkat obat yang gak pernah aku tinggali sekalipun sel kanker yang berkembang di dalam tubuhku menjadi sangat lambat , yang membuat tubuhku bisa bertahan hidup selama ini
Aku rasanya rindu kepada ka Vadly karna dia gak pernah mengabariku setelah 7 tahun lamanya, selama 2 tahun belakangan ini aku cari vadly kemana-mana tapi gak pernah ketemu, bagaimana keadaannya ya?, apakah untuk kaliini dia bisa penuhi janjinya juga? Seperti 8 tahun lalu? Aku selalu berharap begitu

~keesokan harinya~

Hem.. rindu nya udara pagi hehe.. Hariini aku mendapat tawaran job bermain biola di acara pernikahan di kota bandung

~bandung~

Hari ini kita geladi untuk acara besok saat aku rapat dengan pengantin pria dll , aku langsung tersadar bahwa besok adalah acara pernikahan ka Vadly dan wanita lain,
Di dalam undangan itu tertulis

Vadly Hendrawan 
     &
Giska Aulida Bahqi

Air mata ku gak bisa di tahan lagi saat aku melihat ka vadly orang yang selama ini ku cari sedang bermesraan dengan wanita lain dan besok mereka akan menikah, dan aku yang akan mengirinya aku tau memang ini keputusan berat tapi jika aku mengingat kejadian 8 tahun lalu di Mana aku yang memutuskannya dan aku yang berkata bahwa dia berhak bahagia walaupun dengan wanita lain, mungkin dia bahagia dengan wanita itu dan aku harus rela dengan semua itu..

Aku sadar bahwa ka vadly sedang melihat ku menangis hingga lagi-lagi tetesan darah terjatuh dari hidungku.
Aku harus kuat aku harus kuat .. ~ucapku sambil berlari ke kamar mandi~

syira” ~ucapnya pelan dan ragu~
“syira mana?”~tanya giska~
“enggak ko, aku permisi ke belakang sebentar”

Vadly berlari dan menuju kamar mandi dan setelah sampai kamar mandi ia mendengar suara tangisan ku dari dalam kamar mandi

“Ya allah.. kenapa harus seperti in lelaki yang selalu saya tunggu dan harapkan telah memilih dan memiliki wanita lain,beri kanlah aku kekuatan untuk tegar dan ihklas menerima semua kenyataan ini, aku harus rela, karna ini resiko aku yang telah ku pilih, aku gak boleh egois, aku harus biarkan vadly bahagia, karna aku tau vadly gak akan bahagia jika bersama ku, tapi... enggak enggak aku gak boleh egoi aku haru kuat kuat kuat ” ~ucapku menangis di dalam kamar mandi~

Setelah agak lama di kamar mandi aku memutuskan untuk keluar,dan saat aku keluar di depan pintu kamar mandi itu telah berdiri sosok laki-laki yang pernah singgah di hidupku dengan mata sembapnya karna mungkin habis menangis aku takut jika dia mendengarkan tangisanku tadi.

“sudah agak lama, berada di depan sini?”~tanyaku~
"ya, sudah  dari tadi”~jawabnya~
“permisi saya harus kembali ke ruangan”~pergi meninggalkan vadly~
“syira..” ~teriaknya~
~menengok ke belakang dengan menitihkan air mata~

Aku terus berjalan dan berlari untuk menuju ke tempat aula yang berkebetulan di lantai 3 ,tiba-tiba seseorang menarik tanganku dan memanggilku yang membuat ku terhenti

“syira.. berhenti”~ucap vadly~
“kenapa ka?” ~menunduk seakan tak ingin menatap~
“tatap aku!”
~makin menunduk~
“syira tatap aku!!” ~tegasnya~
“kenapa ka? Kenapa harus ka? Menatap kakak itu malah membuat aku makin sakit ka”
“maaf, maafin aku..”
“kakak gak salah ko, itu hak kakak”
“ikut aku!”
Vadly mengajakku ke suatu tempat yang di tempat itu hanya aku dan vadly saja
“namanya Giska dia anak teman papah aku, dia sakit , dia mengidap sakit yang sama dengan kamu , tapi dokter bilang umurnya gak lama lagi karna orang yang terkena kanker hidupnya gk akan lama lagi, papahku menyarankan agar dia menikah dengan ku, awalnya aku menolak karna aku masih memikirkan kamu, aku ingin bilang ke kamu dari dulu, tapi gak bisa , aku takut kalau kamu ..”~ujarnya yang terputus~
“aku udah mati?”
“iya ...” ~ucapnya menunduk~
“kamu gak usah ceritain semua lagi karna itu hak kamu bukan hak aku aku gk punya hak sama sekali buat larang kamu dengan siapapun permisi”

Aku berjalan dengan sangat cepat dan meninggalkan vadly sendirian
Rapat hari ini telah selesai dan aku menginap di rumah sodaraku yang berada di bandung 


>>>>lanjutannya di 7.bisakah selamanya bersama?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar