6.
Kenyataan Yang Tak Di Harapkan
~7 tahun kemudian ~
Kini usia ku telah mencapai 21 tahun dan kini aku sudah menjadi pemain
biola terkenal aku sudah mendapatkan beberapa prestasi dalam dunia musik
Ke 2 abangku kini sudah menikah dan ka Razky telah memiliki 2 anak
laki-laki, dan ka rizky telah memiliki 1 anak perempuan hanya tinggal aku yang belum memiliki
pasangan,
Berkat obat yang gak pernah aku tinggali sekalipun sel kanker yang
berkembang di dalam tubuhku menjadi sangat lambat , yang membuat tubuhku bisa
bertahan hidup selama ini
Aku rasanya rindu kepada ka Vadly karna dia gak pernah mengabariku setelah
7 tahun lamanya, selama 2 tahun belakangan ini aku cari vadly kemana-mana tapi
gak pernah ketemu, bagaimana keadaannya ya?, apakah untuk kaliini dia bisa
penuhi janjinya juga? Seperti 8 tahun lalu? Aku selalu berharap begitu
~keesokan harinya~
Hem.. rindu nya udara pagi hehe.. Hariini aku mendapat tawaran job
bermain biola di acara pernikahan di kota bandung
~bandung~
Hari ini kita geladi untuk acara besok saat aku rapat dengan pengantin
pria dll , aku langsung tersadar bahwa besok adalah acara pernikahan ka Vadly
dan wanita lain,
Di dalam undangan itu tertulis
Vadly Hendrawan
&
Giska Aulida Bahqi
Air mata ku gak bisa di tahan lagi saat aku melihat ka vadly orang yang
selama ini ku cari sedang bermesraan dengan wanita lain dan besok mereka akan
menikah, dan aku yang akan mengirinya aku tau memang ini keputusan berat tapi
jika aku mengingat kejadian 8 tahun lalu di Mana aku yang memutuskannya dan aku
yang berkata bahwa dia berhak bahagia walaupun dengan wanita lain, mungkin dia
bahagia dengan wanita itu dan aku harus rela dengan semua itu..
Aku sadar bahwa ka vadly sedang melihat ku menangis hingga lagi-lagi
tetesan darah terjatuh dari hidungku.
Aku harus kuat aku harus kuat .. ~ucapku sambil berlari ke kamar mandi~
syira” ~ucapnya pelan dan ragu~
“syira mana?”~tanya giska~
“enggak ko, aku permisi ke belakang sebentar”
Vadly berlari dan menuju kamar mandi dan setelah sampai kamar mandi ia
mendengar suara tangisan ku dari dalam kamar mandi
“Ya allah.. kenapa harus seperti in lelaki yang selalu saya tunggu dan
harapkan telah memilih dan memiliki wanita lain,beri kanlah aku kekuatan untuk
tegar dan ihklas menerima semua kenyataan ini, aku harus rela, karna ini resiko
aku yang telah ku pilih, aku gak boleh egois, aku harus biarkan vadly bahagia,
karna aku tau vadly gak akan bahagia jika bersama ku, tapi... enggak enggak aku
gak boleh egoi aku haru kuat kuat kuat ” ~ucapku menangis di dalam kamar mandi~
Setelah agak lama di kamar mandi aku memutuskan untuk keluar,dan saat
aku keluar di depan pintu kamar mandi itu telah berdiri sosok laki-laki yang
pernah singgah di hidupku dengan mata sembapnya karna mungkin habis menangis
aku takut jika dia mendengarkan tangisanku tadi.
“sudah agak lama, berada di depan sini?”~tanyaku~
"ya, sudah dari tadi”~jawabnya~
“permisi saya harus kembali ke ruangan”~pergi meninggalkan vadly~
“syira..” ~teriaknya~
~menengok ke belakang dengan menitihkan air mata~
Aku terus berjalan dan berlari untuk menuju ke tempat aula yang
berkebetulan di lantai 3 ,tiba-tiba seseorang menarik tanganku dan memanggilku
yang membuat ku terhenti
“syira.. berhenti”~ucap vadly~
“kenapa ka?” ~menunduk seakan tak ingin menatap~
“tatap aku!”
~makin menunduk~
“syira tatap aku!!” ~tegasnya~
“kenapa ka? Kenapa harus ka? Menatap kakak itu malah membuat aku makin
sakit ka”
“maaf, maafin aku..”
“kakak gak salah ko, itu hak kakak”
“ikut aku!”
Vadly mengajakku ke suatu tempat yang di tempat itu hanya aku dan vadly
saja
“namanya Giska dia anak teman papah aku, dia sakit , dia mengidap sakit
yang sama dengan kamu , tapi dokter bilang umurnya gak lama lagi karna orang
yang terkena kanker hidupnya gk akan lama lagi, papahku menyarankan agar dia
menikah dengan ku, awalnya aku menolak karna aku masih memikirkan kamu, aku
ingin bilang ke kamu dari dulu, tapi gak bisa , aku takut kalau kamu ..”~ujarnya
yang terputus~
“aku udah mati?”
“iya ...” ~ucapnya menunduk~
“kamu gak usah ceritain semua lagi karna itu hak kamu bukan hak aku aku
gk punya hak sama sekali buat larang kamu dengan siapapun permisi”
Aku berjalan dengan sangat cepat dan meninggalkan vadly sendirian
Rapat hari ini telah selesai dan aku menginap di rumah sodaraku yang
berada di bandung
>>>>lanjutannya di 7.bisakah selamanya bersama?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar