3.
Air Mata Itu Mulai Ada
~6 bulan kemudian ~
Tubuhku kini menjadi sangat kurus, dan rambutku sudah sangat tipis bahkan
hampir botak, kini setiap harinya aku menggunakan kerudung dan jaket
Hari ini seharusnya adalah terakhir kalinya aku melakukan kemoterapi
Awalnya aku berharap kemoterapi hanya sekali dalam hidupku tapi
ternyata aku harus merasakan sakit selama setengah tahun dan selama itu aku
harus menahan semua rasa sakit dan rasa sangat mual yang terus menerus ku
rasakan..
~1 jam kemudian~
Setelah aku selesai kemoterapi keluargaku serta Vadly dan Maria sudah
ada di ruanganku
Tubuh ku berontak kepada zat kimia itu selama setengah tahun aku
kemoterapi tapi bukan sembuh yang di dapat melainkan kebalikannya tubuh ku
semakin melemah, rambutku hampir botak, yang masih aku bingungkan adalah tentang
penyakitku apa sebenarya penyakit ku ini apakah kecapean saja atau ada yang
lain?
Setelah agak lama aku membuka mata dan kesakitan semua orang berdoa
untuk ku tak lama dokter datang dan menghampiri ku..
Dokter ingin bicara dengan Ibu,Bapak, Ka Razky, serta Ka Rizky
sedangkan aku di sini bersama Vadly dan Maria
“gak ada tuan putri yang bawel dan cempreng di kelas tuh sepi banget
tau”~ujar maria yang ingin mengajakku bercanda~
“sorry deh.. ya aku juga kan pngen sembuh”
“iya ra gue dan Vadly juga sering doain loh ko, lo beruntung deh
dapetin si Vadly idola sekolah gitu hehe..”
“bisa aja kamu ia”
“ya ria sih.. tuh.. si Vadly jadi nge fly kan..”
“ya aku memang idola sekolah tuh..”
Kata kata Vadly barusan membuat aku sangat tidak suka
~di ruang dokter~
“jadi gimana donk ? gimana perubahan syira setelah kemoterapi ?” ~tanya
ka Razky yang cemas~
“begini bu, pak,de, sangat di sayangkan banget tapi kemoterapi nya
tidak bekerja sama sekali karna mungkin sel kanker dalam tubuh Syira sangat kuat jadi zat kimia pun tak bisa
melawan sel kanker itu..dan bahkan sel kanker dari syira sudah memasuki stadium
3”~jawaban dokter itu membuat kesedihan dalam keluargaku
Semua keluarga ku yang berada disitu menangis, dan dari arah pintu aku
mendengar ucapan dokter itu ibu menghaampiriku dan memelukku , awalnya aku
hanya ingin keluar mengantarkan hapi ka razky yang berbunyi tapi tak sengaja
aku malah mendapatkan kabar buruk yang mungkin adalah jawaban dari semua
pertanyaanku selama ini
“Syira kamu denger semuanya ?” ~ujar ibu yang sedang menangis~
~menahan tangisan yg tidak bisa~
“maafkan ibu yang tak bisa jujur ke kamu ra, ibu hanya ingin yang
terbaik buat kamu”
“jawab yang jujur bu rara sakit apa? Bu RARA SAKIT APA?” ~ucapku
berteriak yang membuat Vadly ,Maria dan semua orang melihat pada ku~
“rara sakit...”~terputus oleh air mata~
“sakit apa bu?”
“rara sakit leukimia stadium 3 ra...”~menangis~
Aku langsung terjatuh menangis dengan sangat lemas, selama ini aku
mengidap penyakitan yang mematikan itu seketika aku menangis tetesan darah
kembali terjatu dalam hidungku ,aku pergi berlari ke arah kamar mandi dan
meninggalkan orang-orang
Vadly yang saat itu mendengar lengsung menangis badannya lemas, maria
langsung memeluk Vadly agar Vadly sedikit tegar
Kini bagiku mulai hari ini aku baru merasa hidup aku harus hidup dengan
penyakit ini andai kanker ini bisa
berdamai dan tak akan berontak
BAGIKU hari ini adalah hidupku.. hidup yang akan ku jalani dengan obat,
dan kasih sayang keluargaku, dan mungkin hari ini juga aku harus merasa rela..
“lo harus sabar ya Vad soalnya bukan hanya lo yang ngerasa sedih tapi
gue, dan kita semua juga sedih vad”~ujar maria~
“dok jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?:”~tanya bapak~
“yang bisa kita lakukan sekarang adalah donor sumsum tulang belakang”
“jika itu yang terbaik mari di lakukan dok!”
“tapi kita harus mencari mana sumsum yang cocok untuk syira”
“coba dengan yang saya aja dok”~sela ka Razky~
“kita semua yang akan di tes”~uajr bapak~
“baik hari ini juga bisa kita lakukan”
~ruang leb~
Ibu, bapak telah di periksa tinggal ka razky dan ka rizky yang harus
menunggu untuk di panggil giliran tapi tiba-tiba Vadly datang dengan nafas
terengah-engah
"kenapa loh dly?"~tanya ka rizky~
“ka , Syira ka Syira , dia pingsan lagi ka”~wajah cemas~
“hah? Yaudah deh lo jagain aja dulu ya abis ini giliran gue soalnya”jawab
ka rizky~
“yaudah deh ka aku ke sana dulu, makasiih ya ka”
“ok, ok”~menepuk bahu Vadly ~
~kamar Syira~
Di kamar hanya ada maria yang menunggu syira dan gak lama vadly datang
dengan terengah-engah karna habis berlari
“Vadly”
“iya ra”
“ka aku gak tau kapan aku bisa sembuh, aku takut ka”
“kamu jangan takut ra aku dan maria serta keluarga kamu ada di sini ra”
“tapi ka?”
“yaudah ra kamu tenang aja ya”~sela maria~
“vadly, kalau aku masih belum sembuh juga kamu boleh ko pacaran lagi
sama orang lain”
“maksudkamu kita putus ra? Gak ra gk”
“aku gak tau ka apakita putus apa enggak, tapi kalau pun kita enggak
putus kakak boleh ko pacaran lagi”
“tapi ra kk janji kakak akan setia sama kamu”
~memberikan senyuman~”aku tau”
Kini sudah hampir sore vadly dan maria pergi untuk pulang ke rumah
masing-masing karna harus mempersiapkan pelajaran besok
~ke esokan harinya~
Semua keluargaku berkumpul di ruang dokter untuk mengetahui hasil leb
kemarin
“bu,pak,nak maaf setelah saya lihat hasilnya tidak cocok semuanya”~ujar
dokrter~
“yang benar dok ? tapi gol darah saya sama dengan Syira dok?”~ucap ibu~
“ya bu sebenarnya ibu dan bapak cocok hanya saja di sini kalian tidak
sehat jadi percuma kalau pun di ambil bu”
“lalu gimana dok dengan syira ?”
“sekarang kita coba kemoterapi lagi aja bu,pak”
“jika itu yang terbaik lakukan saja dok”
“baik bu”
Hari ini aku kembali melakukan kemoterapi
>>>>lanjutannya di 4.bisakah selamanya bersama?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar