7.
Kenyataan Cinta Saat Penderitaan itu Datang lagi
~malam hari~
Di luar sedang hujan tapi iba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari
arah luar rumah
“teh.. teh ada yang mau ketemu sama teteh”~ucap zeze~
“laki-laki apa perempuan ze?”~tanyaku~
“perempuan teh”
“sudah di suruh masuk ze?”
“sudah teh”
“bilang tunggu sebentar ya ze “
“ok teh”
Zeze adalah adik dari istrinya ka rizky , kebetulan zeze tinggal sama
bibi saja karna orangtuanya telah meninggal saat dia mash kecil dan kakaknya
tinggal di jakarta bersama ka Rizky
Aku segera keluar untuk mengeetahui siapa yang datang malam-malam
begini
Ternya giska, dia datang dengan mobil silvernya yang dia bawa sendiri.
“ada apa?”~tanyaku binggung~
“maaf jika saya mengganggu malam-malam, benar kamu syira ? saya ingin
menanyakan tentang anda dan vadly”~tanyanya dengan ramah~
“iya benar, untuk apa? Bukankah besok kalian akan menikah?gak baik
seorang calon pengantin pergi sendirian”
“iya tapi saya merasa kalau vadly tidak sungguh-sungguh mencintai
saya,”
“maksud kamu?”
“ya aku merasa vadly menikahi saya hanya karena khasian”
“trus?”
“syira aku tau kalau vadly itu sayang dan cinta banget sama kamu dia
bahkan membuat film pertamanya mengenai perjuangan leukimia dan aku pikir film
itu menceritakan tentang aku tapi tidak, film itu menceritakan tentang kamu”
“aku? Lalu kenapa kamu ke sini ?”
“aku hanya ingin menikah dengan orang yang sayang dan cinta sama aku,
dan aku pun hanya ingin mati bersama orang yang sayang dan cinta sama aku”
“kenapa kamu harus bilang sama aku?”
“awalnya aku pikir hanya kamu yang bisa membantuku , tapi mungkin aku
salah”
“maksud kamu? Membantu? Membantu membuat vadly cinta sama kamu? Maaf
aku gak bisa karna cinta timbul karna adanya kasih dan sayang, cinta gak bisa
di paksakan,dan cinta gak bisa di beli oleh apapun”
“apa kamu bicara begitu karna kamu masih suka dengan vadly ?”
~meneteskan air matanya~ “kalau pun iya?, saya sangat terpukul setelah
tau bahwa vadly akan menikah dengan wanita lain, selama ini saya mencari vadly
dan akhirnya ketemu tapi di saat dia akan menikah, saya berusaha tegar, dan
menerima walaupun memang tidak bisa”
“jadi.. maaf saya datang kepada orang yang salah permisi”
“silahkan”
Giska pulang dengan frustasi dan membawa mobil dengan ngebut-ngebutan
hingga kejadian yang tak di inginkan terjadi mobil yang dikendarai giska
menabrak sebuah rumah dan jatuh ke dalam jurang
~keesokan harinya~
Jam menunjukan pukul 02.00 pagi ,Hp ku yang berada di atas meja tiba-tiba
berdering entah siapa yang menelpon pagi-pagi begini
Saat aku buka 1 panggilan tak terjawab dari Vadly
Vadly memberi kabar bahwa giska kecelakaan tadi malam, mungkin setelah
pulang dari rumahku. Vadly meminta syira untuk datang ke rumah sakit juga.
~rumah sakit~
“gimana keadaan giska dly?”
“dia koma”
“tadi malam dia habis dari rumah gue kita banyak berbincang-bincang,
tapi dia masih sehat-sehat aja”
“gue juga gak tau kenapa jadi gini?”
“harusnya hari ini adalah hari pernikahan lo ya?” ~tanya ku menunduk
dan menitihkan air mata~
“iya”
“sorry kaya nya gue mau izin pamit pulang khasian zeze di rumah”
Saat aku mau pulang tiba-tiba terhalang oleh permintaan orang tua giska
agar aku dan vadly masuk ke dalam, karna giska sudah sadar
“hay vadly, harusnya sekarang kita menikah ya dly”~ucap giska
“iya aku tau tapi kamu jangan bicara masalah hal itu dulu ya yang terpenting ,kamu harus kuat”~jawab vadly
yang membuat ku menunduk dan sangat terpukul~
“vadly aku tau kamu gak cinta
sama aku, aku tau siapa orang yang kamu cinta itu, syira maafin atas ucapanku
tadi malam ke kamu ya,aku tau kalian ini saling mencintai,dan menyayangi dari
kalian SMP mungkin tuhan mempertemukan kalian lagi karna mungkin kalian memang
di takdirkan untuk berjodoh”
“lo gak boleh ngomong kaya gitu gis”~ucapku menyela~
“syira.. vadly..”~mengambil tangan ku dan vadly~ “kalian memang
seharusnya bersama dan memang seharusnya aku gak ada di sini, memang seharusnya
aku tidak menghalangi kalian, maafin aku ya udah halangin kalian buat bersama
tapi aku janji aku akan ikhlas meninggalkan kalian untuk berdua selamanya..
Saat itu giska telah menghembuskan nafas terakhirnya di sekelilingi
oleh aku, vadly dan keluarga-keluarganya
Semua orang yang beda di situ menangis termaksud vadly dan aku tapi aku
gak bisa berlama-lama disini
“semuanya aku izin pamit ya, maaf gk bsa lama, saya turut berduka cita”
Aku pergi meninggalkan semua orang yang berada di ruangan itu, aku tau
pernikahan ini gak akan terjadi jadinya aku puskan untuk kembali ke jakarta ,
>>>>lanjutannya di 8.bisakah selamanya bersama?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar