8. Penyakit Itu
Datang Lagi
jakarta ~
Hari ini tubuhku serasa sangat
lemas darah lagi-lagi keluar dari hidungku,tubuhku serasa kesemutan,
dadasebelah kiri ku sakit ,dan kini aku harus terjatu orangtua ku serta
kakak-kakak ku membawa ku ke rumah sakit langganan ku setiap bulan
“bu pak, sel kanker yang berada dalam tubuh syira sudah
hampir
mencapai puncaknya, sel kanker itu sudah menguasain jantung yang berada di
tubuh syira, dan sekarang hampir menguasai otaknya, di mana kita tau bahwa jika
sel kanker itu telah sampai otak maka kita gk bisa berbuat apa-apa lagi"~ucap dokter~
Aku harus di rawat di rumah sakit , karna aku masih koma setelah
pingsan 2 hari lalu
Saat aku membuka mata ku aku meliat sosok laki-laki itu lagi, yakni
Vadly
“ra, kamu sudah sadar?~tanya vadly~
Aku merasa seperti dulu lagi di mana tubuhku kaku, mulutku serasa kaku
dan tak dapat bersuara sedikitpun
“a..a..a..” ~ucapku terputus-putus dan kecil~
Aku terus mencoba untuk
berbicara tapi apa daya, aku merasa ibarat ada sebuah bola yang
mengganjel di tenggorokan ku,
Air mataku akhirnya terjatuh,dan di hapus oleh Vadly, tubuhku sangat
sakit saat aku memaksakannya berfungsi,tak lama dokter dan beberapa suster
masuk dan menyuntikan sebuah cairan sangat sakitsaat memasuki tubuh ku, tak
lama tubuhku berubah menjadi biru, dan aku mengalami kejang-kejang yang sangat
hebat hingga rasanya tubuhku sangat mengantuk dan aku pun kembali menutup mata,
setelah agak lama semua orang mengira ku sudah meninggal tapi tidak aku hanya
koma
~1 tahun kemudian ~
Kini aku masih sama seperti 1 tahun lalu tubuhku masih hanya tiduran di
atas kasur selama 1 tahun lamanya, semua tubuhku telah tersambung dengan
alat-alat dan selang-selang rumah sakit,
Entah mengapa aku merasa ada yang beda, aku melihat sebuah cahaya yang
sangat terang, dan rasanya aku sangat penasaran dengan cahaya itu, perlahan demi
perlahan aku mulai melangkah mendekati cahaya itu, tapi saat aku hampir sampai
dengan cahaya itu aku mendengan suara ibu yang sendang membaca ayat-ayat suci
Al-Quran dan tak lama wajah orang-orang yang tak asing bagiku pun mulai
bermunculan wajah mereka di iringi oleh ayat-ayat suci Al-Quran yang mereka
baca,dan tak lama perlahan demi perlahan mata ku mulai terbuka, dan orang yang
pertama ku lihat adalah ibu,dan bapak lalu ku lihat vadly,ka Rizky, ka Razky
dan istrinya ada di dalam ruangan itu sedang membacakan ayat-ayat Al-Quran.
Anak-anak semua tidak di perkenankan masuk jadi ka dwi (istrinya ka Rizky )
tidak ikut masuk karna menjaga anak-anak
Ka Rizky segera keluar dan memanggil dokter,
“ibu, pak,” ~ucapku pelan~
“iya ra?”~jawab ibu,dan bapak~
“rara tidur berapa hari?”
~menunduk~
“ra, kamu tidur bukan berapa hari lagi tapi kamu tidur selama
1tahun
ra”~jawab bapak sambil mengusap kening ku~
~aku hanya terdiam~
Tak lama ka Razky dan dokter pun datang dokter memeriksa ku, dan
menyarankan aku untuk kembali di leb,
~2 jam kemudian~
Hasil leb telah keluar , dan setelah dokter membacanya dia menyebutkan
hasil leb itu dengan terang-terangan gak seperti biasanya yang
sembunyi-sembunyi
“bu, pak berbahagialah kalian semua”~ujar dokter~
“maksudnya dok?”~tanya ibu~
“iya memangnya kenapa dok?”~sambung ka razky~
“syira” ~menghampiriku~ “allah mendengarkan doamu nak, setelah di chek
kamu positif terbebas dari kanker itu atas tekadmu yang besar untuk sembuh kamu
berhasil melawan kanker ganas itu, padahal kanker yang kamu derita itu sudah
memasuki stadium lanjut dan telah hampir menguasai otakmu”~ujar dokter itu yang
membuat semua orang yang berada di sana terkaget~
Aku dan smua yang berada dalam ruangan itu menangis haru dan bahagia,
ibu , bapak, ka Rizky,ka Razky memelukku dan memberi ku ucapan selamat atas
keberhasilanku melawan penyakit itu,
“Vadly makasih ya nak udah mau membantu syira untuk berjuang selama
hampir 9 tahun ini”~ucap bapak~
“iya om saya sangan ikhlas melakukan semua ini”~jawab vadly~
“vad, makasih ya”~ujarku~
“iya ra”~jawab vadly~
~1 bulan kemudian~
Kini aku sudah bisa kembali berkuliah aku mengambil jurusan musik , dan
aku telah hampir menjadi pemain biola yang sangat mahir,
Hari ini vadly tiba-tiba datang ke kampusku, dan membawaku ke tempat
dimana dulu kita berlatih bersama tepatnya di bandung di atas perkebunan teh di
gunung
Hariini aku menggunakan switer yang vadly berikan sewaktu masa SMP lalu
“syira..”~pangiil vadly~
Aku yang sedang duduk di bangku taman tempat aku dan Vadly berlatih pun bertengok
“vadly..”~jawabku~
“ini buat kamu”~memberi betangkai bunga mawar biru~
“mana janji kamu?”
“yang mana?”
“apakah kakak telah lupa akan janji yang kita buat 9 tahun lalu?”
“ya enggak lah syira, ini film buatan kakak sendiri yang kakak janjikan
ke kamu” ~memberikan sebuah CD~
Film yang di buat oleh Vadly berjudul
“Perjuanga Cinta Gadis leukimia”
“mana janji kamu?”~tanya vadly~
“aku belum berhasil ka, aku gagal”
“enggak kamu gak gagal ra”
“tapi..”
“coba sekarang kamu mainkan beberapa lagu untuk ku!”~paksa Vadly~
Aku mulai memainkan biola itu dengan sebuah lagu yang berjudul
“bernafas tanpamu”-lyla dan langsung di lanjutkan oleh lagu yang berjudul
“kenangan terindah”-samson
Tak lama air mata ku kembali terjatuh , dan vadly langsung menghapus
air mataku dan meminta ku untuk duduk,
“aku mau pulang”~paksaku~
“yaudah kakak anterin yah..”
“iya ka”
“syira tapi sebelum itu aku minta buat kamu rekam permainan biola kamu
ya untuk ku”
“iya ka”
Kenapa firasat aku jadi gak enak gini ya?ya allah lancarkanlah
perjalanan kita ini ya allah, lindungilah kemanapun hamba,dan ka vadly pergi ya
allah
>>>>lanjutannya di 9.bisakah selamanya bersama?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar