Sabtu, 08 Februari 2014

12. bisakah selamanya bersama?



1.       Belajar Mencintai Bumi

~beberapa hari kemudian~

Kini aku sudah boleh pulang dari rumah sakit dan tujuan pertama aku adalah ziarah ke makam ka Vadly bersama keluargaku dan keluarga ka Vadly tangisan ku tak bisa di tahan lagi saat aku mulai memasuki tempat ziarah itu, saat sampai di depan makam vadly aku langsung memeluk batu nisan yang bertuliskan nama vadly itu, kita memberikan doa kepada Vadly, dan taklama satu-persatu pergi meninggalkan ku kini hanya tinggal aku yang masih berada di situ dan memeluk batu nisan ka Vadly

“makasih ya ka, kakak udah rela memberikan waktu yang harus kakak miliki itu buat rara, rara  sangat sangat berterima kasih tapi rara gak tau harus gimana bilangnya ka, walaupun kini kita sudah berbeda tapi kakak selalu ada di dalam hati syira, syira sangat sayang sama kakak” ~saat aku berkata seperti itu rasanya hatiku  sangat merasa teriris-iris dan perih.. banget tapi ya ini takdir allah ini jalan dari allah,  hidup,maut,jodoh, rezeki. Itu ada di tangan allah, dan mungkin ini yang terbaik untukku~

~keesokan harinya~

Kini aku menyetel film yang di buat oleh vadly dan film itu benar-benar menceritakan tentang hidupku saat pertama kali aku dan Vadly ketemu, hanya dalam film itu tergambarrkan bahwa ending dari film itu adalah aku kembali sehat, dan aku dan Vadly menikah dan dikharuniai 2 anak, perempuan dan laki-laki, air mata ku kembali terjatuh saat menonton film itu aku membayangkan jikalau saja apa yang ada di film itu menjadikenyataan tapi takdir berkata lain.

Aku pergi naik bis untuk menuju kota bandung di mana dulu aku dan vadly bermain-main bersama di tempat itu tepatnya di perkebunan teh, dan aku bermmain biola di atas sana dengan lagu christina 

~kehilangan~

Daku kini menangis
dikau kini tlah pergi
memberi seribu duka

Lara aku kehilangan dikau
selamanya takkan melihat
hadirmu seperti dulu
aku kehilangan

Daku tulus berkata
ucap terima kasih
segala pengorbanan cinta

Lara aku kehilangan dikau
selamanya takkan melihat
hadirmu seperti dulu
aku kehilangan

Setelah aku memainkan biola dengan lagu itu butiran-butiran air kembali ketjatuh dari langit, yang di susul tetesan air mata yang terjatuh darii mataku, tak peduli dengan apapun aku terus bermain biola itu dengan lagu yang sama agar semua tau bahwa aku kehilangan orang yang aku sayang dan aku cintai
Kini aku sadar dalam hidup selalu ada pro, dan kontra dan di dalam hidup selalu ada kenangan indah dan kenangan pedih, di mana vadly banyak melengkapi arti hidup itu.

Kini aku menemukan jawaban dari pertanyaan ku selama ini “Bisakah Selamanya Bersama?”  jawabannya : “ya” karena aku tau vadly sudah tak di sini tapiu raganya selalu ada di hatiku dan tulang sumsum belakang yang ada di tubuhku ini adalah milik Vadly, aku dan vadly akan selalu bersama karna bagian dari diri Vadly kini ada di dalam tubuhku
dan Tanpa sadar dialah orang yang telah mengajariku untuk mencintai bumi ini..

~TAMAT~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar