1.
Belajar Mencintai Bumi
~beberapa hari kemudian~
Kini aku sudah boleh pulang
dari rumah sakit dan tujuan pertama aku adalah ziarah ke makam ka Vadly bersama
keluargaku dan keluarga ka Vadly tangisan ku tak bisa di tahan lagi saat aku
mulai memasuki tempat ziarah itu, saat sampai di depan makam vadly aku langsung
memeluk batu nisan yang bertuliskan nama vadly itu, kita memberikan doa kepada
Vadly, dan taklama satu-persatu pergi meninggalkan ku kini hanya tinggal aku
yang masih berada di situ dan memeluk batu nisan ka Vadly
“makasih ya ka,
kakak udah rela memberikan waktu yang harus kakak miliki itu buat rara,
rara sangat sangat berterima kasih tapi
rara gak tau harus gimana bilangnya ka, walaupun kini kita sudah berbeda tapi
kakak selalu ada di dalam hati syira, syira sangat sayang sama kakak” ~saat aku
berkata seperti itu rasanya hatiku
sangat merasa teriris-iris dan perih.. banget tapi ya ini takdir allah
ini jalan dari allah, hidup,maut,jodoh,
rezeki. Itu ada di tangan allah, dan mungkin ini yang terbaik untukku~
~keesokan harinya~
Kini aku menyetel film yang
di buat oleh vadly dan film itu benar-benar menceritakan tentang hidupku saat
pertama kali aku dan Vadly ketemu, hanya dalam film itu tergambarrkan bahwa
ending dari film itu adalah aku kembali sehat, dan aku dan Vadly menikah dan
dikharuniai 2 anak, perempuan dan laki-laki, air mata ku kembali terjatuh saat
menonton film itu aku membayangkan jikalau saja apa yang ada di film itu
menjadikenyataan tapi takdir berkata lain.
Aku pergi naik bis untuk
menuju kota bandung di mana dulu aku dan vadly bermain-main bersama di tempat
itu tepatnya di perkebunan teh, dan aku bermmain biola di atas sana dengan lagu
christina
~kehilangan~
Daku kini
menangis
dikau kini tlah pergi
memberi seribu duka
Lara aku kehilangan dikau
selamanya takkan melihat
hadirmu seperti dulu
aku kehilangan
Daku tulus berkata
ucap terima kasih
segala pengorbanan cinta
Lara aku kehilangan dikau
selamanya takkan melihat
hadirmu seperti dulu
aku kehilangan
dikau kini tlah pergi
memberi seribu duka
Lara aku kehilangan dikau
selamanya takkan melihat
hadirmu seperti dulu
aku kehilangan
Daku tulus berkata
ucap terima kasih
segala pengorbanan cinta
Lara aku kehilangan dikau
selamanya takkan melihat
hadirmu seperti dulu
aku kehilangan
Setelah aku memainkan biola
dengan lagu itu butiran-butiran air kembali ketjatuh dari langit, yang di susul
tetesan air mata yang terjatuh darii mataku, tak peduli dengan apapun aku terus
bermain biola itu dengan lagu yang sama agar semua tau bahwa aku kehilangan
orang yang aku sayang dan aku cintai
Kini aku sadar dalam hidup
selalu ada pro, dan kontra dan di dalam hidup selalu ada kenangan indah dan
kenangan pedih, di mana vadly banyak melengkapi arti hidup itu.
Kini aku menemukan jawaban
dari pertanyaan ku selama ini “Bisakah Selamanya Bersama?” jawabannya : “ya” karena aku tau vadly sudah
tak di sini tapiu raganya selalu ada di hatiku dan tulang sumsum belakang yang
ada di tubuhku ini adalah milik Vadly, aku dan vadly akan selalu bersama karna
bagian dari diri Vadly kini ada di dalam tubuhku
dan Tanpa sadar dialah
orang yang telah mengajariku untuk mencintai bumi ini..
~TAMAT~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar