5.
Kebahagiaan Yang Datang Dengan Tangisan
~ taman sekolah~
Vadly meminta ketemua berduaan bersama chelsi
“ngapain lo ngajak gue ke sini dly?”~tanya chelsi~
“ada yang mau gue omongin ke lu tentang syira”
“syira lagi?”
“lu pernah sakitin syira kan?, JUJUR”~tanya vadly membentak~
“kalau iya kenapa?”~menitihkan air mata~ “gue iri, gue iri sama dia lo
orang yang gue sayang malah sayang sama ade kelas, bukan sama gue,gue pengen lo
jadi milik gue!!”
“gue gak bisa orang yang gue sayang satu-satunya hanya syira”
“itu yang bikin gue gak suka sama dia”
“asal lu tau selama ini lo udah salah orang yang sering lo siksa itu
lebih tersiksa dulu”
“maksud loh?”
“asal lo tau selama ini dia sakit dalam tubuhnya terdapat sel kanker”
“kanker? Kanker apa?”~ucapnya pelan~
“leukimia stadium 3” ~ucapnya menitihkan air mata~ “tapi selama
ini dia kuat dia tegar, dlu saat kita pacaran setiap bulannya dia harus
merasakan sakitnya kemoterapi hingga rambutnya botak, itu yang bikin gue suka
sama dia, itu yang bikin dia gak bisa tergantikan di hati gue”
~menitihkan air mata dan terduduk~ “sorry selama ini gue gak tau gue udah sangat jahat
sama dia”
“sorry itu doank yang mau gue kasih tau,kalau lo mau minta maaf
langsung aja sama orangnya”
~1 tahun kemudian~
Hari ini kelulusan kelas 9 dan mungkin hari ini adalah hari terakhirku
bertemu ka Vadly dan sepertinya aku gak bisa nahan dia untuk terus bersamaku
lagi aku tau ini sangat berat bahkan untukku juga
“syira, kaka harus pergi ke bandung mungkin ini hari terakhir kaka ngeliat
kamu, kamu jaga diri baik-baik ya!”~ujar vadly~
“iya ka, ka aku mau kita putus”
“putus?”~ucap vadly kaget “syira ituh hal mustahil syira kakak gk mau”
“aku gakmau nahan kakak bersamaku lebih lama lagi ka, lgi pula tadi
kakak bilang kakak mau tinggal di bandung kan jadinya rara gk mau kakak
terbebani sama rara”
“kakak gk terbebani ko, kakak serius tapi kita jangan putus ya”
“maaf ka tapi gimana kalau aku mati? Ka, dimana kita masih terikat
hubungan dan aku gak mau kakak tertakan kak, aku pengen kakak bahagia walau
dengan wanita lain, aku ikhlas, Aku sayang sama kakak”~pergi meninggalkan
vadly~
“tapi..”terpotong karna aku langsung meninggalkannnya “syira..
Syira.....” ~teriak vadly~
Saat aku kabur dan berdiri di depan toilet entah kenapa ka chelsi dan
ke 3 temannya mendatangi aku, aku sempat ingin kabur tapi chelsi sempat
melarang itu
“syira..jangan pergih aku cuman mau minta maaf ya, maafin aku kalau
selama ini aku udah jahat banget sama kamu, aku akan balik ke amerika dan aku
titip Vadly ke kamu ya dan kamu jaga diri baik-baik ya di sini” ~ucap chelsi
yang membuat ku bingung~
Aku hanya memberikan senyuman aku sadar semua ini lebih berarti dari
apapun .
~menangis~..
Saat ka chelsi, refa, dan riri pergi aku pun pergi keluar gedung tempat
di mana sekolahku mengadakan acara perpisahan
Saat aku berada di luar dari arah belakang aku mendengar suara
seseorang yang memanggilku
“syira..”
Kini aku tau siapa yang memanggilku, aku sengaja tak membalikan badanku
tapi vadly menghampiriku
“syira, besok aku mau pergi, dan kayanya hari ini hari terakhir kita
bisa bertemu, soal permintaan kamu yang tadiaku gk bisa jawab karna memang aku
gak sanggup ra, maaf”~ucap vadly~
~aku hanya menangis, jujur aku pengen kuat, pengen kuat~
Vadly segera menghapus air mata ku,aku sangat merasa bersalah
kepadanya,tapi kalau aku gak begini , berarti aku sangat egois.
“kamu jangan nangis ya aku janji aku bakal kembali lagi, aku bakal
kembali sama kamu”
“aku gak nangis, aku cuman mau bilang kaka jaga diri baik-baik dan
kakak harus janji kalau nanti kakak ketemu aku lagi kakak harus udah berhasil
membuat filmnya loh”
“iya pasti kamu juga ya harus bkin rekaman permainan biola kamu buat
kaka”
“ok ka, JANJI?”
“JANJI”
Aku memeluk vadly dan vadly pun membalas pelukan itu dan tanpa aku
pikirkan vadly langsung mencium kening ku, aku hanya dapat menitihkan air mata
karna aku tau mungkin ini adalah terakhir kalinya aku dapat dekat dengan vadly
>>>>lanjutannya di 6.bisakah selamanya bersama?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar